Selasa, 11 April 2017

tugas AMD DAN CORE ,Tugas ke 2



A. PERKEMBANGAN PROSESOR AMD TERBARU
     "A4,A8,A10"


1. Prosesor AMD A4-6300 APU
Prosesor AMD A4-6300 APU merupakan salah satu model A4 Series yang saat ini ada di pasaran. Di keluarga AMD APU, A4 Series memegang peranan penting karena menyasar perangkat segmen entry level yang bersahabat dari segi harga namun tetap dengan performa yang lebih dari memadai.
AMD A4-6300 APU memiliki kecepatan yang cukup baik, seberapa cepatkah jika dibandingkan dengan perangkat sekelasnya.
Spesifikasi AMD A4-6300 APU
Prosesor ini dasarnya berbasis Richland dual core di bagian dalam. Frekuensi operasi normalnya mencapai 3.7GHz yang dapat ditingkatkan menjadi 3.9GHz berkat dukungan Turbo Core 3.0.
L2 Cache yang disediakan berkapasitas 1MB,menggunakan teknologi 32nm dan mendukung 64-bit. Kartu grafis yang ditawarkan adalah model AMD Radeon HD 8370D dengan frekuensi 760MHz dan 128 shaders di mana terdapat kipas serta heatsink di dalamnya. Khusus bagian kipas dirancang agar lebih hemat energi yakni hanya 2,4 watt.
AMD Radeon HD 8370D mampu memproses data hingga 34.1GB per detik, makin tinggi angka ini maka performa yang dihantarkan makin baik. Makin lengkap dengan maksimum resolusi di2560×1600 piksel, di mana resolusi ini lazim digunakan di perangkat dengan kualitas display yang sangat baik.
Dilihat dari segi kelengkapan, prosesor ini boleh diadu, dan jika dilihat dari sisi rancangan awal maka prosesor ini lebih cocok untuk perangkat-perangkat perkantoran sebab komponen dan kemampuan prosesor lebih tepat untuk pekerjaan-pekerjaan kantoran misalnya aplikasi perkantoran, menjelahan Internet dan mengolah data. Tapi jangan salah,AMD A4-6300 APU juga handal kok digunakan sebagai teman kegiatan lain misalnyauntuk memainkan game, bahkan termasuk beberapa judul game terbaru,tentunya dengan pengaturan yang disesuaikan. Perangkat ini juga cocok digunakan untuk menikmati hiburan multimedia di manapun.
Kelebihan lainnya terletak pada konsumsi daya, dengan nilai TDP hanya 65watt, AMD A4-6300 APU mampu bekerja dengan performa apik namun dengan konsumsi daya yang relatif lebih rendah dibandingkan komponen sekelas. Ditambah dengan dukungan teknologi semacam DirectX 11,OpenGL 4.3, DirectCompute 11, OpenCL 1.2 dan Shader Model 5.0 membuat AMD A4-6300 APU kian komplit.

Fitur AMD A4-6300 APU
Sejumlah fitur-fitur canggih ditanamkan di AMD A4-6300 APU, misalnya teknologi AMD Quick Streamyang memungkinkan perangkat berbekal AMD A4-6300 APU untuk dapat menikmati video streaming tanpa gangguan. Tambahan fitur AMD Perfect Picture dengan Steady Videomenjadi daya tarik tersendiri karena mampu mengurangi guncangan dan gangguan di video hasil kreasi sendiri.
Fitur AMD Wireless Display juga dibawa khusus oleh model A4 Series, di mana dengan fitur ini perangkat dapat mengirimkan gambar ke monitor atau perangkat display lainnya secara nirkabel.
Pengujian Performa
Nah, untuk pembuktian termasuk performa AMD A4-6300 APU yuk kita coba lihat hasil pengujian melawan kompetitor di kelas yang sama.
Hasil pengujian menggunakan tiga tool pengujian menunjukkan hasil bahwa AMD A4-6300 APU memiliki performa yang jauh lebih baik ketimbang merk lain dengan harga yang relatif sama.
Misalnya dari pengujian menggunakan 3Dmark FireStrike, AMD A4-6300 APU mencatatkan hasil 26% lebih baik ketimbang kompetitor. Kemudian di sektor komputasi dites menggunakan Adobe Photoshope CC Smart Sharpen, hasilnya APU AMD A4-6300 APU74% lebih cepatdibandingkan merek lainnya.
Terakhir diuji memainkan game DiRT3 dengan pengaturan level teratas dengan tampilan layar 1080p, hasilnya sangat mengejutkan. AMD A4-6300 APU mencatat performa dua kali lebih baikdibandingkan komponen pesaing lain.

2.AMD A8
    Sedangkan untuk AMD A8 memiliki segi fisik yang sama dengan AMD a10 7700K, perbedaanya AMD A8 ini menggunakan base clock yang lebih kecil namun boost clock yang dihasilkan tetap sama. Untuk AMD A6 hadir dengan tampilan baru, hanya memakai 2 buah Core CPU dan 4 Core GPU. Didesain khusus untuk penggunaan discrete graphics card (kartu grafis yang kinerjanya terpisah dengan prosesor utama), prosesor ini memiliki quad core CPU yang memiliki frekuensi 3,5GHz dengan frekuensi maksimal 3,8GHz.

3. Processor AMD A10-6800K
AMD merilis solusi APU(Accelerated Processing Unit)-nya yang terbaru, dikenal dengan sebutan ‘Richland’. APU Richland ini sendiri merupakan APU generasi ke-3 dari AMD, dan akan menggantikan AMD APU generasi ke-2, ‘Trinity’. AMD juga mengumumkan bahwa model flagship dari generasi APU Richland ini diberi nama A10-6800K. Apa saja keistimewaannya? Mari kita simak lebih dekat!
Secara umum, APU Richland tidak banyak berbeda dari APU Trinity yang terdahulu. Keduanya masih menggunakan core ‘Piledriver’ dengan proses fabrikasi 32nm, menggunakan soket yang sama(soket FM2), serta sama-sama menggunakan GPU AMD Radeon terintegrasi berbasis arsitektur VLIW4 (walau sekarang namanya dibedakan menjadi Radeon HD 8xxxD series). Perbedaan yang terjadi mayoritas ada dari sisi clockspeed-nya. APU Richland memiliki Clock CPU dan GPU yang sedikit lebih tinggi dari Trinity, dan juga dukungan resmi penggunaan DDR3-2133Mhz. Uniknya, peningkatan clockspeed ini tidak diiringi dengan peningkatan rating TDP(Thermal Design Power). APU Richland yang tertinggi, A10-6800K, masih memiliki TDP 100W, setara dengan A10-5800K yang memiliki clock lebih rendah.

Perlu diketahui, AMD menyiapkan A10-6800K untuk beroperasi hingga clock 4.4Ghz  berkat teknologi AMD Turbocore, dan clockspeed seperti ini terbilang cukup kencang untuk CPU kelas mainstream kebawah. Selama pengujian berlangsung, CPU A10-6800K kami berjalan di clock 4.2 – 4.3Ghz pada saat menangani aplikasi multi-threaded, dan sesekali mencapai 4.4Ghz pada aplikasi ringan yang memakai single thread.
Menurut beberapa informasi yang kami terima, kecepatan tinggi yang digunakan APU Richland terjadi karena AMD memang sudah mengoptimalkan proses fabrikasinya, sehingga bisa mencapai clockspeed lebih tinggi dari Trinity dengan relatif mudah. Dan khususnya pada APU A10-6800K, AMD melakukan screening yang lebih ketat pada bagian kontroller memorinya supaya bisa beroperasi dengan reliabel dan stabil pada kecepatan DDR3-2133Mhz.
Ruang Lingkup Pengujian

Saat pertamakali mencoba AMD APU A10-6800K, kami serentak kagum dengan kemampuan grafis terintegrasinya, yang mampu memainkan game Crysis 3 pada 30-an FPS. Hal ini membuat kami akan membuat review yang sedikit berbeda dengan review prosesor kami pada umumnya, dimana kami akan memfokuskan semua pengujian A10-6800K pada satu hal spesifik : performa gaming.
Menjalankan game-game terbaru menjadi target kami disini, dan untuk itu sistem akan mengalami 3(tiga) pengujian :
  1. Performa GPU Terintegrasi dengan benchmark sintetik 3DMark Fire Strike
  2. Gaming 720p dengan GPU terintegrasi
  3. Gaming 1080p dengan GPU Add-on Mainstream Radeon HD 7790.
Menguji kemampuan gaming dari GPU Terintegrasi(disingkat IGP) memang menyenangkan, namun pada Richland kami akan menambahkan satu pengujian lagi, yakni performa sistem secara keseluruan saat menggunakan GPU Add-on kelas mainstream. Terdengar aneh? Mungkin! Namun pikirkan kasus ini : salah satu pertanyaan yang kadang tak terjawab dari beberapa review APU kami, mulai dari review APU Llano 3870K, sampai review APU Trinity A10-5800K, adalah “Seberapa bagus scaling dari APU AMD ini saat disandingkan dengan GPU Add-on?”.Kami akan berusaha menjawabnya dengan pengujian ini!
Skenario penggunaan GPU Add-on pada APU AMD sendiri tidak jarang terjadi, misalnya saja ada seorang pengguna yang memiliki budget ketat belum mampu membeli VGA yang cukup mumpuni, lalu memilih solusi APU AMD karena menawarkan grafis terintegrasi yang powerful. Pada suatu saat, ada kemungkinan pengguna ini akan membeli sebuah kartu grafis add-on, kan? Dan menurut survei kami, pengguna prosesor dengan budget kelas AMD APU biasanya akan memilih VGA kelas menengah / mainstream ketika mereka nantinya upgrade, sehingga kami memilih AMD Radeon HD 7790 sebagai VGA Add-on-nya.
Sebagai catatan tambahan, kami TIDAK akan menguji fitur AMD Dual Graphics dan kemampuan prosesor A10-6800K di aplikasi harian di artikel ini, nanti kami akan menyajikan kedua hal tersebut di artikel terpisah.
Baik, mari sekarang kita menyimak secara detail berbagai hardware dan software yang digunakan dalam pengujian ini!
Testbed Utama

·         Prosesor : AMD APU A10-6800k ‘Richland’ & AMD APU A10-5800K ‘Trinity’
·         Motherboard : MSI FM2-A85XA-G65, BIOS v2.3
·         RAM 1 : DDR3-1600CL 11-11-11-28, 2x4GB
·         RAM 2 : ADATA XPG DDR3-2133C10-11-11-30 2T, 2x4GB (berjalan pada XMP)
·         GPU : terintegrasi
·         Storage : Kingston HyperX 120GB SSD
·         PSU : Corsair AX850W
·         CPU Cooling : Corsair H80 Compact Watercooling
·         OS : Windows 7 64-bit SP1 Ultimate
·         Driver GPU : AMD Catalyst 13.6 beta
Pada testbed utama, kami menggunakan 2(dua) APU dari AMD, yang pertama adalah AMD Richlandkami menggunakan 2(dua) macam konfigurasi RAM, yang satu adalah RAM kelas value berharga terjangkau, dengan rating DDR3-1600 CL 11, sebesar 2x 4GB. Memori yang kedua kita disesuaikan dengan kemampuan memory controller pada APU Richland, dan akan berjalan pada clock DDR3-2133Mhz CL10. Perlu diketahui juga, kami menggunakan konfigurasi share memory sebesar 1GB, baik untuk Richland maupun Trinity.
Oh ya, kami juga akan menguji APU AMD Trinity A10-5800K dengan konfigurasi DDR3-2133Mhz, karena meski AMD tidak pernah memberikan dukungan ‘resmi’ DDR3-2133Mhz kepada Trinity, kami bisa menjalankannya dengan stabil.
Kelebihan AMD
·         Teknologi AMD64 sangat baik dalam menjalankan aplikasi yang berbasis 64-bit
·         Dalam masalah harga memang lebih murah daripada Intel
·         Dalam urusan grafis AMD lebih kuat daripada Intel
·         Enhanced Virus Protection Teknologi ini memungkinkan prosesor mendeteksi virus, dan jika terdeteksi virus tersebut maka tidak akan di proses.




B.  PERKEMBANGAN PROSESOR CORE
      "I3,i5,i7"
1. Intel® Core i3
Processor level entri ini hanya memiliki 2 inti namun sudah mengadopsi teknologi Hyperthreading yang mampu menyediakan 4 thread yang memungkinkan beberapa program mampu dijalankan secara bersamaan melalui keempat jalur thread tersebut, cache 3M dan tanpa turbo boorst.
2. Intel® Core i5
Ini merupakan sebuah mikroProcessor yang dibekali dengan teknologi turbo boost dan hyper-threading. Turbo boost adalah sebuah teknologi yang mampu membuat processor mempertahankan kecepatannya sekaligus menekan tingkat panas yang bisa dihasilkan karena pemakaian yang over (kondisi yang biasa terjadi jika komputer digunakan untuk bermain game). Sementara Hyper-Threading merupakan teknologi yang bisa meningkatkan kinerja komputer kala digunakan untuk multi-tasking, khususnya saat menjalankan program-program yang membutuhkan tenaga processor secara intensif dalam waktu yang bersamaan.

Dengan adanya turbo boost dan hyper-threading, Intel Core i7 terbilang mumpuni sebagai processor yang bisa menjabani keinginan pengguna dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi komputer yang berat seperti program rendering 3D atau program-program lain seperti video/audio dan CAD.
  
3.Intel® Core i7
Nama i7 pada processor ini diambil dari identifier i7 yang merupakan teknologi baru dari Intel pada tahun 2008 silam. Beberapa kelebihan processor Intel yang satu ini adalah mampu meningkatkan kinerja komputer, membuat komputer makin hemat energi, serta menghasilkan kualitas tampilan gambar yang jauh lebih baik, khususnya saat memutar video definisi tinggi.

Intel Core i7 dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe standar yang memiliki 2 inti serta didukung dengan teknologi hyperthreading yang mampu menyediakan 4 thread, Cache 4M dan sudah didukung pula dengan teknologi turbo boorst. Sementara tipe Intel Core i7 yang kedua adalah versi yang lebih tinggi dengan 4 inti yang didukung dengan teknologi hyperthreading yang mampu menyediakan 8 thread, cache 6 MB – 8 MB dan sudah didukung dengan teknologi turbo boorst.

Tiga processor di atas tidak hanya dibuat sekali saja, namun terus mendapat pengembangan sejak tahun 2008 hingga saat ini. Alhasil kondisi yang demikian menimbulkan sebuah istilah yang sering disebut dengan generasi pertama, generasi kedua, dan seterusnya. Bisa dipastikan bahwa semakin tinggi (baru) generasi pada Processor tersebut, maka semakin banyak pula fitur-fitur baru yang disediakan oleh Processor tersebut.
Lebih detail tentang Prosesor Core i3, i5 dan i7, baca :

Sebagai gambaran, berikut ini perbedaan antara Intel ® Core™ generasi pertama dan beberapa generasi selanjutnya :

Intel® Core™ Generasi 1

Ciri-Ciri :
o    Rilis tahun 2009
o    Memiliki kode nama Arrandale (Nama Clarksfield dipakai khusus untuk i7 dengan huruf akhiran QM & XM)
o    Tidak memiliki indikator generasi
o    Jenis bus DMI dengan bus sistem 2,5 GT/s
o    Litografi standar 32 nm
o    RAM maksimal 8 Gb
o    Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™ generasi pertama yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme
Intel® Core™ Generasi 2
Ciri-Ciri :
o    Rilis tahun 2011
o    Memiliki kode nama Sandy Bridge
o    Jenis bus DMI dengan bus sistem 5 GT/s
o    Litografi standar 32 nm
o    RAM maksimal 16 Gb dengan bandwidth memory maksimal 21,3 Gb/s
o    Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™ generasi kedua yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme

Intel® Core™ Generasi 3
Ciri-Ciri :
o    Rilis tahun 2012
o    Memiliki kode nama Ivy Bridge
o    Jenis bus DMI dengan bus sistem 5 GT/s
o    Litografi standar 22 nm
o    RAM maksimal 32 Gb dengan bandwidth memory maksimal 25,6 Gb/s
o    Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™ generasi ketiga yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme

Intel® Core™ Generasi 4
Ciri-Ciri :
o    Rilis tahun 2012
o    Memiliki kode nama Haswell (Nama Crystal Well dipakai khusus untuk beberapa tipe Processor i7 dengan akhiran QM)
o    Jenis bus DMI2 dengan bus sistem 5 GT/s
o    Litografi standar 22 nm
o    RAM maksimal 32 Gb (16Gb dan sudah mendukung LPDDR3 untuk seri daya rendah) dengan bandwidth memory maksimal 25,6 Gb/s
o    Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™ generasi keempat yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme

Intel® Core™ Generasi 5
Ciri-Ciri :
o    Rilis tahun 2013
o    Memiliki kode nama Broadwell
o    Tipe ultra daya rendah
o    Jenis bus DMI2 dengan bus sistem 5 GT/s
o    Litografi relatif kecil (14 nm)
o    Didukung teknologi untuk menekan TDP hingga 7,5 W
o    RAM maksimal 16 Gb (sudah mendukung LPDDR3)
o    Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™ generasi kelima yaitu : Core i3, Core i5, Core i7

Hingga saat ini, Intel® Core™ baru mencapai generasi kelima dan belum mendapat pengembangan berikutnya. Namun hal ini bukan berarti Intel telah menghentikan produksi processor untuk tahun-tahun selanjutnya. Karena dapat dipastikan bahwa saat ini mereka tengah mengembangkan hal baru lainnya yang sedang dipersiapkan guna menggebrak dunia komputer pada masa-masa yang akan datang.

Demikian postingan mengenai Perkembangan Prosesor Intel dari Awal hingga 2016 Sekarang, semoga bermanfaat dan Terima kasih telah berkunjung ke ErraDigita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar